Dari video Anda jelaskan bahwa Penetapan kadar vitamin C dengan metode iodimetri ini merupakan reaksi reduksi-oksidasi
(redoks). Dalam hal ini vitamin C bertindak
sebagai zat pereduksi (reduktor) dan I2 sebagai
zat pengosidasi (oksidator). Dalam reaksi ini terjadi transfer elektron dari pasangan pereduksi ke pasangan pengoksidasi.
Menurut jurnal yang saya baca, metode iodimetri tidak efektif untuk mengukur kandungan vitamin
C dalam bahan pangan, karena adanya komponen lain selain vitamin C yang juga bersifat pereduksi. Senyawa-senyawa tersebut mempunyai titik akhir
yang sama dengan warna titik akhir titrasi vitamin
C dengan iodin. Bagaimana cara menghadapi hal tersebut?
Untuk hasil yang lebih akurat dapat dilakukam pengujian kadar vitamin C dengan metode lain, seperti : metode 2,6-diklorofenol indofenol karena zat pereduksi lain tidak mengganggu penetapan kadar vitamin C. Reaksinya berjalan kuantitatif dan praktis spesifik untuk larutan asam askorbat pada pH 1-3,5. Selain itu bisa menggunakan metode spektofotometri Ultraviolet, metode ini berdasarkan kemampuan vitamin C yang terlarut.
Dari video Anda jelaskan bahwa Penetapan kadar vitamin C dengan metode iodimetri ini merupakan reaksi reduksi-oksidasi (redoks). Dalam hal ini vitamin C bertindak sebagai zat pereduksi (reduktor) dan I2 sebagai zat pengosidasi (oksidator). Dalam reaksi ini terjadi transfer elektron dari pasangan pereduksi ke pasangan pengoksidasi. Menurut jurnal yang saya baca, metode iodimetri tidak efektif untuk mengukur kandungan vitamin C dalam bahan pangan, karena adanya komponen lain selain vitamin C yang juga bersifat pereduksi. Senyawa-senyawa tersebut mempunyai titik akhir yang sama dengan warna titik akhir titrasi vitamin C dengan iodin. Bagaimana cara menghadapi hal tersebut?
BalasHapusUntuk hasil yang lebih akurat dapat dilakukam pengujian kadar vitamin C dengan metode lain, seperti :
Hapusmetode 2,6-diklorofenol indofenol karena zat pereduksi lain tidak mengganggu
penetapan kadar vitamin C. Reaksinya berjalan kuantitatif dan praktis spesifik untuk larutan asam askorbat pada pH 1-3,5. Selain itu bisa menggunakan metode spektofotometri Ultraviolet, metode ini berdasarkan
kemampuan vitamin C yang terlarut.